BOYOLALI, JATENG – Operasi Ketupat Candi 2026 resmi dimulai. Jajaran Polres Boyolali langsung menggelar kesiapsiagaan penuh dengan melaksanakan apel pagi serentak di berbagai Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), hingga Pos Terpadu di jalur strategis wilayah Kabupaten Boyolali, Jumat (13/3/2026).
Apel kesiapan tersebut dilaksanakan di sejumlah titik vital arus mudik seperti Posyan Rest Area KM 487 A dan 487 B, Pospam Terpadu Siboba, serta Pospam Exit Tol GT Boyolai, Exit Tol Bandara, Exit Tol Banyudono, Pospam Karanggede, dan Pospam Ampel.
Ratusan personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, tenaga kesehatan, hingga instansi terkait dikerahkan untuk memastikan pengamanan arus mudik Lebaran berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Kapolres Boyolali selaku Kaopsres Ketupat Candi 2026, AKBP Indra Maulana Saputra, menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas maupun singgah di wilayah Boyolali.
“Operasi Ketupat ini adalah operasi kemanusiaan. Seluruh personel harus mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat, memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran arus mudik dan balik Lebaran,” tegas Kapolres.
Di Rest Area KM 487 A misalnya, apel pagi dipimpin Kaposyan Iptu Budi Raharjo dengan melibatkan 30 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, dan tim kesehatan. Personel ditugaskan memberikan pelayanan maksimal kepada pemudik, termasuk menyiapkan fasilitas pengaduan serta menjaga keamanan kawasan rest area yang menjadi titik peristirahatan strategis pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Timur.
Sementara itu di Rest Area KM 487 B, Paposyan Iptu Joko Purwanti memimpin apel dengan kekuatan 13 personel gabungan. Usai apel, seluruh anggota langsung melaksanakan patroli di kantong-kantong parkir rest area untuk memastikan keamanan kendaraan serta kenyamanan para pemudik
Di pusat kota, Pos Terpadu Siboba yang dipimpin Iptu Aris Hartanto juga menggelar apel kesiapan personel. Pos terpadu ini menjadi titik koordinasi lintas sektoral bersama unsur Forkopimda dalam mengantisipasi kepadatan lalu lintas, khususnya di kawasan Boyolali yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Kapolres menegaskan, seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Candi 2026 wajib menjaga disiplin, kesiapsiagaan, serta menjunjung tinggi profesionalitas dalam bertugas.
“Dengan kesiapan personel di seluruh pos pengamanan dan pelayanan, kami ingin memastikan masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik melalui wilayah Boyolali dapat merasakan kehadiran negara yang memberikan rasa aman dan nyaman,” pungkas Kapolres.
Dengan dimulainya Operasi Ketupat Candi 2026 ini, jajaran Polres Boyolali berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat guna mewujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia.
.jpeg)