sumber : freepik.com

Metaverse Indonesia Akan Dipamerkan Selama G20 2020, Tonjolkan Kearifan Lokal!

KTT G20 akan berlangsung di Indonesia tahun ini. Acara juga akan fokus pada teknologi digital yang berkembang saat ini, band.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sendiri mengatakan salah satu topik yang dibahas terkait dengan meta-versi dunia maya yang digagas induk Facebook, Meta.

Hal tersebut dimediasi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Mira Tayyi, pada acara “Indonesian Leadership on Digital Issues at the G20 Forum” di Kawasan Menteng, Jakarta, pada Rabu, 26 Januari 2022.

“Kami ada interaksi atau dialog, ada yang terkait metaverse pada November 2022,” kata Mira Tayyiba dikutip dari Tribun Bisnis, Jumat (28 Januari 2022).

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Departemen Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi mengatakan, ada tiga sub topik yang akan dibahas.

Subtema pertama terkait konektivitas dan pemulihan pascapandemi, subtema kedua terkait literasi digital dan keterampilan digital, dan terakhir terkait aliran data antar negara.

Meski demikian, bukan tidak mungkin isu transaksi metaverse dan non-fungible token (NFT) saat ini juga akan dibahas di sana.

““Tahun 2020 dan seterusnya akan mulai muncul sebutan metaverse. Padahal dasar-dasarnya sudah kita miliki yaitu artificial intelligence (AI), augmented reality dan virtual reality. Itu kombinasi dari ketiganya,” kata Dedy.

Pameran Metaverse Indonesia
Sebelumnya, Sekretaris Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan metaverse Indonesia akan terpengaruh oleh ekosistem saat ini, yaitu masyarakat luas mengambil alih inovasi digital.

“Tentu saja dengan sumber daya manusia para ahli IT di Indonesia, beserta akan melibatkan berbagai perusahaan yang telah mengembangkannya,” kata Johhny.

Selanjutnya, perusahaan teknologi perangkat lunak Indonesia, WIR Group, nantinya akan mengungkap prototipe metaverse Indonesia di pita G20 Indonesia 2022.

ARTIKEL MENARIK :   Investor Tesla Mendesak Pengadilan Agar Elon Musk Membayar $13M

Perusahaan dalam negeri bermitra dengan Meta (Facebook) dan Microsoft untuk mengembangkan perangkat keras seperti kacamata augmented dan virtual reality (VR).

Semoga kerjasama antara pemerintah dan swasta ini, baik di dalam maupun di luar negeri, bisa menjadi awal yang baru dengan hadirnya metaverse versi Indonesia.

CEO WIR Group Michael Budi juga mengungkapkan optimismenya dengan hadirnya teknologi metaverse, geng. Ia berharap hal ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia di era digital.

“Saya berharap pemberian besar berasal dari pemerintah supaya pertumbuhan sektor kehidupan semakin berkembang

Visi bahwa sektor teknologi metaverse di Indonesia berkembang pesat sanggup dicapai di dalam saat yang nisbi singkat,” lanjutnya.

Sorotan kearifan lokal
Indonesia sendiri memiliki peluang besar untuk mengembangkan metaverse karena memiliki keunggulan dalam nilai budaya dan nenek moyang bangsa dan geng.

Oleh karena itu, acara kepresidenan G20 Indonesia yang akan datang dapat menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk menyoroti hal ini.
Namun, penyajian metaverse di tanah air tampaknya membutuhkan banyak tenaga dan waktu, yang akan dilakukan secara intermiten hingga 2024 mendatang.

Pengamat teknologi dan inovasi Indrawan Nugroho menyatakan bahwa metaverse Indonesia seharusnya didesain sejak awal untuk menonjolkan kearifan lokal yang ada.

Kami bukan dambakan menduplikasi metaverse negara lain, metaverse kami mesti berdampak eksponensial pada beraneka peluang besar yang tersedia di di dalam negeri,” kata Indrawan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, semua pihak harus terlibat secara tegas agar Indonesia bisa bangga di pentas dunia.

Hal ini juga sejalan dengan tema kepresidenan Indonesia tahun 2022 pada G20 yaitu “Heal together, return strong”, dimana metaverse Indonesia menjadi salah satu upaya untuk mewujudkannya.

ARTIKEL MENARIK :   Cara Menambah Followers Instragram Gratis Terbaru 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.