Turki Jadi Perantara, Kepala negara Putin Sampaikan Syarat bermufakat dengan Ukraina

Turki Jadi Perantara, Kepala negara Putin Sampaikan Syarat bermufakat dengan Ukraina

Turki sudah memposisikan dirinya dengan amat hati- hati buat jadi perantara dengan Rusia serta Ukraina- dan ini kelihatannya menghasilkan hasil.

Pada Kamis petang, Kepala negara Vladimir Putin menelepon Kepala negara Turki, Recep Tayyip Erdogan, serta berkata kepadanya apa desakan sesungguhnya dari Rusia buat perjanjian rukun dengan Ukraina. Begitu semacam dikutip dari halaman BBC, Jumat( 18 atau 3 atau 2022).

Dalam durasi separuh jam sehabis panggilan telepon selesai, BBC mewawancarai advokat serta ahli ucapan penting Erdogan, Ibrahim Kalin. Kalin merupakan bagian dari golongan kecil administratur yang mencermati panggilan itu. Desakan Rusia dibagi dalam 2 jenis.

4 desakan awal, bagi Kalin, tidak sangat susah buat dipadati Ukraina. Yang terutama di antara mereka merupakan pendapatan oleh Ukraina kalau beliau wajib adil serta tidak bisa mengajukan diri buat berasosiasi dengan NATO.

Kepala negara Ukraina Volodymyr Zelensky sudah membenarkan perihal ini.

Ketentuan Berdamai

Terdapat desakan lain dalam jenis ini yang beberapa besar kelihatannya jadi bagian juru selamat untuk pihak Rusia. Ukraina wajib menempuh cara perlucutan senjata buat membenarkan itu bukan bahaya untuk Rusia. Wajib terdapat proteksi buat bahasa Rusia di Ukraina.

Serta terdapat suatu yang diucap de- Nazifikasi. Ini amat menyinggung Zelensky, yang dirinya Ibrani serta sebagian keluarganya tewas dalam Holocaust, namun pihak Turki yakin hendak lumayan gampang untuk Zelensky buat menerimanya.

Bisa jadi lumayan untuk Ukraina buat menyumpahi seluruh wujud neo- Nazisme serta berkomitmen buat menindaknya.

Jenis kedua merupakan perihal yang bisa jadi kira- kira susah, serta dalam panggilan teleponnya, Putin berkata kalau butuh perundingan lihat wajah antara ia serta Kepala negara Zelensky saat sebelum perjanjian bisa digapai pada poin- poin ini.

ARTIKEL MENARIK :   ibarat Tumbuhan, Viral Bupati Pidie Tumpuk Masyarakat di Tanah Kemudian Disiram Air, Supaya Apa?

Zelensky sudah berkata ia sedia buat berjumpa dengan kepala negara Rusia serta berunding dengan ia dengan cara 4 mata.

Kalin kurang khusus mengenai permasalahan ini, cuma berkata kalau mereka mengaitkan status Donbas, di Ukraina timur, bagian yang sudah merelaikan diri dari Ukraina serta menekankan Rusia mereka, serta status Krimea. Walaupun Kalin tidak merinci, asumsinya merupakan kalau Rusia hendak menuntut supaya penguasa Ukraina memberikan area di Ukraina timur. Itu hendak amat kontroversial.

Anggapan yang lain merupakan kalau Rusia hendak menuntut supaya Ukraina dengan cara sah menyambut kalau Krimea, yang dicaplok Rusia dengan cara bawah tangan pada tahun 2014, memanglah saat ini jadi kepunyaan Rusia.

Bila ini perkaranya, itu hendak jadi kapsul getir yang wajib ditelan Ukraina.

Tetapi begitu, itu merupakan fait accompli, walaupun Rusia tidak mempunyai hak hukum buat mempunyai Krimea serta betul- betul memaraf akad global, sehabis tumbangnya Komunisme namun saat sebelum Vladimir Putin berdaulat, menyambut kalau Krimea merupakan bagian dari Ukraina.

Leave a Reply

Your email address will not be published.